Pages

13 December 2005

Dariku

mungkin rentannya kebahagiaan
tidak datang dari mana-mana,
tetapi dariku,
yang harus terus menambah jarak
berjalan membelakangimu.

Sampai Mati

misalkan aku mati sekarang
dan meninggalkanmu sebuah surat cinta
akankah kau menangis dan menyesal
dan merasaku memelukmu dari belakang?

Aku Punya 1001 Puisi Untukmu

aku punya 1001 puisi untukmu
dan kesemuanya
adalah 1001 alasan
untuk tidak membacakannya
di hadapanmu

Kopi Sore Hari

sepertinya sampai kapanpun
ini akan terus menjadi harapan kosong:
kamu mencintai aku
dan aku mencintaimu yang mencintai aku
tapi setidaknya kita menikmati saat-saat ini
menghabiskan momen-momen indah bersama
tak menghiraukan hal yang lainnya.
sebentar lagi angka 12 adalah 60
dan tangan waktu akan berhenti
mati suri untuk sementara
selagi kita memicingkan mata, melihat jauh ke depan.
sementara itu, aku akan terus menanti
saatnya kita minum kopi di sore hari
melepas penat bersantai sejenak
hingga waktu menyuruhmu untuk pulang

kepada temanku yang ditinggal temannya jatuh cinta

seperti tertinggal kereta, bukan?
yang tersisa hanya rasa kecewa
setelah berlari mengejarnya,
memanggil-manggil, tapi yang ia lakukan hanya berlalu.
segalanya memang lebih mudah
jika kau 'melapisinya dengan kalkir'
agar semuanya berubah 'penuh miasma',
tak terlihat 'walaupun sebenarnya ada.'

kepada temanku yang ditinggal temannya jatuh cinta,
cinta akan datang kepadamu
dan jika kau mau
nanti ketika datang pianis dan manajer botak
hendak bermain engklek,
melempar dadu bermain ludo,
berlagak kaya bermain monopoli,
atau berlarian riang bermain galaksin,
lalaikan saja momen-momen itu.
sambut cintamu.

Berselisih Jalan

aku memang selalu menanti
datangnya undangan makan malam
atau sekedar lambaian tangan
darimu, selalu kunanti.

malam itu tiba berita darimu,
"Aku ada di dekat rumahmu.
Makan malam bersama?
Bagaimana, sayangku?"

refleks hatiku menjawab, "ya"
tapi sayang sekali sungguh, sayang
tawaran makan malam darimu datang
terlambat sudah adanya.

Di sampingku telah menunggu
hati lain yang ingin mencintaiku
karena kamu tak mernah membalas dengan pasti
aku berpaling dan kini telah memilih.

A Dying Heartbeat

a smile from you means one less heartbeat.
a full conversation is like digging my own grave.
i sure get jumpy everytime we're supposed to meet
but you hug me only in May; my birthday.

i'm sure my heart's surviving with patches
each for the scar you unknowingly scrape.
and while you love our moments of nothingness
how haven't you noticed i've been dying a little bit each day?

Promenade, Bersamaku?

senja indah terbit sudah
dan langit berubah merah
bebunyian mendadak sunyi
digantikan makluk malam sibuk menyanyi

kuambil hati yang sempat
tergeletak kehilangan cinta sesaat
tertitipkan padanya kenangan
sebuah sakit, diam tertahan

mencinta untuk cinta

kalau kau mengerti ini kutulis untukmu
luangkanlah waktu; promenade
terakhir kali, bersamaku
di bawah purnama dan 1 bintang itu*

23 October 2005

Sayap

deru angin dan banjuran air hujan membuat hari ini lebih dingin, walaupun jam baru menunjukkan pukul 11. matahari yang sedari pagi memang bersembunyi di balik awan masih bersinar walaupun terlihat temaram. aku duduk sendiri, menunggu makhluk-makhluk lain berdatangan sambil mengepakkan sayap-sayap indah mereka.

sembari melipat kaki agar terlindung dari air hujan yang menetes dari palang, kuperhatikan bunga-bunga yang ada di dekatku. begitu basah, kelopaknya terlihat akan segera sobek dan rusak. rerumputan di sekitarnya juga basah, namun aku tidak begitu peduli karena...hanya karena mereka tidak menarik.

...dingin.

aku merinding kedinginan, terkena hujan kemudian angin. dan makhluk-makhluk itu belum ada yang datang. wajar, derasnya air yang tumpah dari atas pasti membuat mereka kesusahan untuk mencapai tempat ini.

akhirnya kubuka agendaku dan mulai membuat garis-garis tidak beraturan. gambaran perasaanku saat itu. ruwet. berbagai macam rasa bercampur menjadi satu. aku berganti gerakan tangan dan membuat tulisan-tulisan yang tak ada artinya. kalimat-kalimat kosong yang tidak berfungsi apa-apa. dangkal. kalimat-kalimat murahan yang kudapat dari lirik-lirik lagu.

...dingin.
...bosan.

aku merinding kedinginan sambil menumpuk kebosanan, terkena hujan, angin, kemudian sepi, dan makhluk-makhluk itu belum ada yang datang. padahal aku sudah menanti kepakan sayap-sayap cantik sedari tadi. wajar, derasnya air hujan pasti menghambat mereka.

si hijau milikku tidak bertenaga lagi. baterainya habis, keberadaannya sia-sia. kupalingkan lagi wajahku ke bawah, menatap agenda yang masih terbuka tadi. kali ini kuputuskan untuk menulis apa saja yang keluar lewat gerakan tangan, tanpa berpikir.

jadilah lembaran-lembaran kertas semakin penuh dengan coretan tanpa arti. gabungan dari tulisan, garis, kurva, dan titik-titik yang tidak bermakna. yah, setidaknya aku terlihat sibuk.

...dingin.
...bosan.
...pegal.

aku merinding kedinginan, menumpuk kebosanan, sambil menggerakkan leherku yang mulai pegal setelah dilanda hujan, angin, dan sepi. hujan mulai melunak, merintik. suasana semakin sunyi, namun entah mengapa saat itu aku mendengar sesuara memanggil namaku. akhirnya, sambil menoleh ke arah pintu mencari sumber suara tadi, sudut mataku menangkap sosok-sosok familiar.

mereka datang.

makhluk-makhluk yang kutunggu sedari tadi sudah datang, lengkap dengan sayapnya masing-masing. berkilauan dengan indah terkena tetesan hujan dan sinar matahari sekaligus.

...

kupu-kupu? malaikat? hanya aku yang tahu.

...

"ada kelas apa?"

aku tersenyum hendak menjawaqb, dan pada saat itulah hujan seperti berhenti, dan matahari menembus awan-awan yang menghalangi, memelukku dengan kehangatan, seolah ia menyayangiku.

short ones

and when i say
all the nice things about you
they would only be an understatement
because you're above and beyond
anything i'd ever hoped for
________

betapa inginnya aku bicara apa adanya.
tapi ketika aku bilang matamu bagus
kamu bilang "aku tahu, semua orang juga bilang begitu"
________

tak maukah kau duduk di sini?
sebentar saja,
sekedar menemani air mataku
sampai alirnya terhenti

dan kalau kuulang lagi
permintaan picisan ini
masih tak maukah kau duduk di sini?
menemani?
_________

so what is it you want me to do?
i'll get up, go, and do it for you.
if you tell me to fly high,
i'll go get a star from your favorite sky.
take your time, it's okay to be late
believe me it is, i'll just stay and wait
if you want me to be here, i will
even when you don't need me near.

if you tell me to fly high,
i'll go get a star from your favorite sky.

04 October 2005

Mati Suri

lalu sepi menghampiri
berisik suara berubah sunyi
dan tembok bata yang mengelilingi
perlahan mulai rontok

satu demi satu
orang-orang di dalamnya menghilang
memburam pergi perlahan
seiring leburnya batu

lalu sepi menghampiri
berisik suara berubah sunyi

Under Pressure

Water submerge my lungs
to find it's better to watch from afar
to find i'm better set aside
as the truth concealed has been revealed

i can't feel my breathing
as the air is taken away from me
replaced by so much misery
and i begin to prefer being lonely

the cold is spreading
my head is aching
and i can't stop wishing
a beginning for an ending

but i guess the end's already written
i won't ever get The Fates to listen
anyway, i promise today i won't be bitter
i'll stand near nowhere but in the middle

asap dan wangi menthol memberikan kenyamanan

aku menikmati kesedihan
bertemankan sakit hati
menunggu sampai datangnya waktu
ketika kamu berjalan ke arahku
sehingga asap dan wangi menthol menyelubungi
nikotin meracuni otak dan hati
kabut dan tabir menyelimuti yang nyata
dan aku berubah lebih bahagia

a morning rambling

it was early in the morning
when interestingly enough
i'd rather listen to the commercials
because the djs were sucky.
but the ads started to become boring
it was the same brands and taglines
following the same annoying jingles
on every freakin' frequency.
so i turned down the volume
because i can't turn the radio off.
cause i can't stand the quietness
or the loudness of the voices inside my head.
i heard hissing and swearing
as if i was in a movie about witches
casting spells in front of a kettle.
but there were no filmrolls,
it was just the fireworks
going off in my head.
i heard kabooms and crashings
as if i was in a movie about wars
with bloody soldiers, canons and bombs.
but there were no explosions.
they were the ocean waves
i'm wishing too hard to hear right then.
i closed my eyes as i breathe
and for a split second,
i swear, in the dark, everyone was running
leaving behind those "EAT MY DUST" laughters
in RGB color, with full speed,
while i was still standing,
colorless and motionless.
and so,
as i began to feel tired
of all the commotion going on,
i opened my eyes,
and gazed to my right
through the window of my car.
and found serenity
from the cars
stuck, all so motionless
in the middle of the traffic.

01 September 2005

kisah imigran musiman

awan-awan oranye
begitu cantik berurai tipis
menghias remang langit senja
di atas atap-atap beton kota Jakarta

kunang-kunang warna-warni
tergantung ramai menyebar nuansa,
menggoda mata yang melewati
untuk berpaling ke sisi-sisi jalan

lebaran berakhir,
kukemasi kain di emperan
tempat dagangan kujajakan
dan beranjak aku pulang ke kampung halaman.

kutinggalkan hatiku di Jakarta
kutitipkan pada kenangan
dan kapan nanti...
pasti kuambil kembali

30 August 2005

seribu suara berkuasa

berdiri dia di sebuah stasiun kereta
sendiri,
berdua,
dengan kesendiriannya.

hijau, merah, lampu berganti,
dan selintas terasa
semilir hangat angin sore
melewati tengkuknya

satu, dua, tiga,
seribu kereta melintas.

berdiri dia di sebuah stasiun kereta
sendiri,
berdua,
dengan kesendiriannya.

oranye, abu, gerbong berganti.
dan selintas terlihat
lelatu rel dengan roda
cantik mengisi gelap petang

satu, dua, tiga,
seribu kereta melintas.

berdiri dia di sebuah stasiun kereta
sendiri,
berdua,
dengan kesendiriannya.

hitam, putih, pikirannya bergejolak
dan selintas terlintas
amukan hati berputus asa
suara-suara berisik dari dalam adalah tuhannya

satu, dua, tiga,
seribu suara berkuasa

***

terbaring kaku dia di sebuah rel kereta
sendiri,
sendiri,
tanpa nyawanya.

aku sedang mencintai seseorang diam-diam

aku...sedang mencintai seseorang diam-diam
bahkan langkahnya, aku tahu setiap irama dan ketukannya
setiap kalimatnya aku bayangkan menjadi lagu-lagu cinta
sayangnya bayangku di hatinya tidak ada,
selalu menjadi sekelebat angin
yang lewat melalui pohon meranggas
dan berubah menjadi daun-daun rapuh
yang terjun terhempas
namun melayang ringan perlahan
sambil merintih lemah
hinga jatuh ke tanah..

13 August 2005

End It Now

as rainbows and stars
pass calmly through my skies,
i burn all the paradise
i've been building and mythicize

step on my sand castles
yes, you're allowed to do so
and no, i won't wrestle
it's useless, i know.

as moonbeams and wind breeze
flow smoothly through my nights,
i silently try to freeze
all my hopes and dreams in sight

burst all my bubbles
yes, you're welcomed to do so
and no, i won't cause you trouble
i'm done here, i know.





[ah, ya sudahlah..]

Di Tengah Jalan, Siput Berubah Keriput

Hari ini terasa panjang. Bahkan terlalu panjang untuk dirasa pendek. Setiap gerakku seakan terhambat. Detik-detik melekat seakan tak mau lepas satu sama lain. Waktu menjerat tubuhku untuk dapat bergerak lebih cepat.

Aku lelah.
Betapa inginnya aku berhenti sekarang.

Untuk seorang manusia jarak dua langkah itu kecil, tapi sejauh ini rasanya semak itu masih jauh dari jangkauanku. Seakan-akan kebun ini telah berubah menjadi sebuah stadion besar, dan aku berada di tengah lomba. Sayangnya, tak satupun penonton bersorak untukku.

"Ma! Ada bekicot! Aku kasih garam ya? Biar mati!"
"Jangan, Nak. Kita tunggu saja dia sampai ke tujuannya. Lihat semangatnya."


Oh...mungkin satu orang.

07 August 2005

Radit Yang Tidak Cengeng

Radit kecil lahir sekitar 8 bulan yang lalu, membawa kebahagiaan kepada orang-orang di sekelilingnya. Hubungan kedua orangtuanya dengan masing-masing mertua kian membaik karena kehadirannya mengisi ruang kosong di hati keempat orang tua itu.

Radit tidak seperti balita kebanyakan. Bukannya bangun dan menangis di malam hari, dia tampak tidur pulas. Tak satu haripun orangtuanya terbangun karena jeritan dan tangisan tengah malam.

Ayahnya bangga, anaknya tidak cengeng.
Ibunya bersyukur, tidurnya tidak terganggu.

--

Malam ini di tengah tidurnya Radit terbangun. Matanya menangis melihat sosok putih berambut panjang di depannya, namun tak satu suarapun terdengar karena kuntilanak itu membungkam mulutnya.

Seperti pada malam-malam sebelumnya.